Art Original
Renville
Buku ini membahas terjadinya Persetujuan Renville tertanggal 17 Januari 1948 dan kesulitan-kesulitan yang timbul untuk melaksanakan keputusan-keputusan tersebut pada perundingan-perundingan antara Republik dan Negeri Belanda.
Negeri Belanda menduga akan dapat memaksakan suatu pemecahan dari kemacetan ini dengan menggerakkan suatu aksi militer, yang pada akhirnya memukul dengan kerasnya kedudukan politik Negeri Belanda secara nasional dan internasional. Gagalnya aksi militer menimbulkan rencana mempercepat penyerahan kedaulatan. Itu pada gilirannya me- nyebabkan diadakannya Konperensi Meja Bundar. Konperensi tersebut- lah yang memutuskan supaya Negeri Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia dalam bentuk Republik Negara Indonesia Serikat.
Telaah ini terutama didasarkan atas bahan arsip Kementerian Daerah Seberang Lautan (yang sekarang disimpan Kementerian Dalam Negeri Belanda), yang ditambah dengan bahan-bahan keterangan dari buku- buku yang dicantumkan di dalam daftar pustaka buku ini.
Di dalam kaitan ini perlu kiranya dikemukakan, bahwa hanya sedikit bahan Indonesia yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah karena se- bagian besar arsip-arsip Indonesia telah hilang selama kudeta komunis tahun 1965. Memang apa yang disebut dokumen-dokumen Yogya juga tersedia. Ini mengenai surat-surat arsip yang dirampas pasukan-pasukan Belanda pada bulan Desember 1948 ketika Aksi Militer Kedua dan telah dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia. Tetapi di antara dokumen- dokumen Yogya ini hanya terdapat sedikit dokumen yang bersangkut- paut dengan masa perundingan-perundingan Indonesia-Belanda 1948- 1949 yang dibahas di sini.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain