Art Original
Pengantar Sejarah Sebagai Ilmu
Kemerdekaan bukanlah tujuan revolusi dan negara Indonesia. Ke- merdekaan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Tujuan itu lalah kemakmuran, yang bersifat materiel, dan kesejahteraan, yang bersifat rohaniah atau spiritual. Dalam peralihan Indonesia ke dunia modern, kemakmuran dan kesejahteraan itu hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan.
Pembangunan di Indonesia pada hakikatnya bermakna meng- Ilmiahkan dan men(t) eknologikan, yaitu memakai ilmu modern sebagai dasar, pegangan serta pedoman dalam segala sesuatu yang menyang- kut pemikiran pembangunan. Jadi teknologi modern selayaknyalah dipergunakan dalam melaksanakan pembangunan.
Ambil misalnya perluasan tanah pertanian. Manusia memperguna- kan kapak untuk menumbangkan pohon-pohon dan cangkul untuk menggarap tanah, diganti dengan traktor. Pembangunan perumahan dari bentuk gubuk menjadi bentuk gedung, jembatan dari bambu atau kayu menjadi jembatan dari beton-bertulang, memerlukan ilmu ba- ngun dan alat-alat teknis modern. Pembangunan pertanian untuk menjamin dan menambah hasil, memerlukan ilmu pertanian dan tekno- logi pertanian. Pembangunan perhubungan dari pikulan, gerobak dan perahu layar menjadi motor, kereta api, kapal serta pesawat udara, memerlukan ahli-ahli teknik, pabrik-pabrik dan perhitungan-perhitungan ilmiah. Dalam memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan dan me- majukan kehidupan sosial, orang bertanya pada ilmu sosial. Dalam mendekati masalah-masalah politik dan tatanegara, ilmu politik dan ilmu negara menjadi pegangan dan pedoman, ilmu estetika merupa- kan petunjuk berharga dalam dunia kesenian. Filsafat memakai hasil- hasil terakhir dari ilmu dalam pemikirannya. Ilmu agama memandang agama ama dari segi ilmiah.
Dunia ilmu dan teknik mempunyai titik tolak yang terang, bahan- bahan yang obyektif dan riel, dan menggariskan tujuan yang pasti Karena itu, suatu perbuatan didahului oleh rencana. Rencana ialah teori. Teori adalah hasil pemikiran, tetapi pemikiran yang khusus sifatnya, yaitu ilmiah. Seperti dalil Prof. Harold Koontz, planning is a great intelectual effort. Pemikiran yang tidak ilmiah sebagai rangka kerja yang akan dilaksanakan, sesungguhnya tidak berhak memakai nama rencana.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain