Text
ANTOLOGI CERPEN NOBEL
Antologi ini, setidaknya, memperlihatkan perjalanan Sastra Nobel selama 10 dasawarsa. Dasawarsa pertama (1901-1910) diwakili oleh Bjørnstjerne Bjørnson Dasawarsa ke-2 (1911-1920) diwakili oleh Knut Hamsur Dasawarsa ke-3 (1921-1930) oleh Anatole France, William Butler Yeats, dan George Bernard Shaw Dasawarsa ke-4 (1931-1940) oleh John Galsworthy. Ivan Bunin, Luigi Pirandello, dan Pearl S. Buck. Lalu dasawarsa ke-5 (1941-1950) oleh William Faulkner. Dasawarsa ke-6 (1951-1960) oleh Ernest Hemingway dan Albert Camus Dasawarsa ke-7 (1961-1970) oleh John Steinbeck, Yasunari Kawabata, dan Samuel Beckett Dasawarsa ke-8 (1971-1980) oleh Heinrich Böll dan Isaac Bashevis Singer. Dasawarsa ke-9 (1981-1990) oleh Gabriel García Márquez, Naguib Mahfouz, dan Camilo José Cela. Dan terakhir, dasawarsa ke-10 (1991-2000) diwakili oleh Nadine Gordimer.
Meski selama ini beredar banyak kontroversi dan berbagai kalangan mensinyalir adanya pertimbangan politis dan nonliterer dalam penganugerahan Hadiah Nobel Kesusastraan satu hal yang tak bisa dihindari bahwa para laureat Nobel Sastra adalah pengarang-pengarang terbaik yang karya-karyanya sangat pantas diperkenalkan pada kita di Indonesia.
Tidak tersedia versi lain