Text
PERANG BUSH MEMBURU OSAMA
Dunia ini seolah-olah hanya ada dua “penguasa", Amerika Serikat (AS) dan Osama bin Laden. Hanya saja, Osama bin Laden bersama jaringannya dianggap AS sebagai monster yang suka merongrong kewibawaannya. Karena itu, pemimpin negeri Paman Sam menganggap Osama ibarat hantu yang menakutkan, sehingga mereka tidak dapat tidur nyenyak bila Osama bin Laden masih bernyawa.
Permusuhan abadi dari dua "penguasa dunia" itu salah satu wujudnya adalah serangan AS terhadap Afghanistan untuk memburu Osama bin Laden. Perang yang dimulai sejak 7 Oktober 2001 itu, telah memunculkan prasangka rasial di banyak negara. Kecenderungan itu dikhawatirkan akan memperluas permusuhan AS dan Osama bin Laden menjadi permusuhan antara Islam dan non-Islam. Padahal, para pemimpin dunia sudah kerap mengingatkan bahwa perang yang dimotori Presiden AS George W. Bush tidak menyentuh masalah tersebut.
Meluasnya perseteruan "dua penguasa" itu dikhawatirkan dapat berdampak pada tidak stabilnya dunia. Tidak tertutup kemungkinan dunia ini akan terbelah menjadi dua. Bila kekhawatiran itu kelak terwujud, boleh jadi perang dunia ketiga tinggal menunggu waktu. Sebagai umat manusia yang menginginkan kedamaian, tentu antisipasi ke arah itu patut dilakukan sejak dini. Salah satunya adalah keberanian para pemimpin dunia untuk menekan AS menghentikan tanpa syarat serangan ke Afghanistan.
Tidak tersedia versi lain