Art Original
Jejak Kala
Kematian adalah suatu pertemuan kembali.
Takut adalah sifat dari yang hidup dan segala sesuatu yang kau tahu berawal dari ketidaktahuan
Kala kecil berpikir hidup jadi anak Pak Dukuh itu menyenangkan. Bisa bangun siang, makan enak, baju bagus, dan bisa sekolah. Tapi, Kemi bilang kalau Kala cuma butuh uang untuk bisa hidup senang. Kata Kemi, "Dengan uang kau bisa membeli segala yang kau inginkan maka kau pun akan merasa senang. Bahagia, Kala."
Kala remaja mulai merindu lelaki. Canda Koes serupa butir embun cinta yang jatuh menggelitik hati gersang Kala. Tawa empuk Koes, gairah hidup Kala. Pujian Koes pada rasa kopi yang pas dan rasa pisang goreng yang enak terasa bagai pujian terselubung atas kecakapan dirinya sebagai seorang perempuan yang sebentar lagi matang dan siap dipetik dari pohonnya.
Kala tua berpetuah bahwa hidup tidak akan menyakiti anak-anakku selama mereka mau terus mengambil pelajaran dari hidup dan tak pernah lupa mensyukuri apa yang telah hidup berikan pada mereka.
Jejak Kala adalah kisah mengharukan dari orang kecil yang selalu diremehkan dan dipandang rendah, namun ternyata sanggup memiliki jiwa besar dan hangat. Akankah si itik buruk rupa berubah menjadi angsa putih? Jejak Kala sungguh potret hidup yang jarang terjadi, novel yang sangat menyentuh dan mampu memberi inspirasi tentang arti hidup.
Tidak tersedia versi lain