Text
PAVILIUN MARIA
Ridwan jadi gelisah, ketika yang masuk kamarnya pagi itu adalah Asih. Apalagi Asih membawa was-kom.
"Selamat pagi."
"Pagi, Suster Asih. Mandi?"
"Ya."
Asih mengisi waskom dengan air keran, lalu me-ngangkatnya dengan tertatih-tatih kemudian meletak-kannya di atas meja sebelah kanan Ridwan.
"Berat, ya?" tanya Ridwan prihatin.
Asih hanya tersenyum. Kalau saja tidak sakit, tentu akulah yang mengangkatnya, pikir Ridwan. Betapa senangnya dapat mengerjakan apa saja untuk Asih. Dan mestinya ia senang hari ini karena kamar-nya dapat giliran diurus Asih. Tapi hari ini ia merasa malu, dan berharap Asih tidak menemukan sumber perasaan malunya itu.
Untuk kedua kalinya Asih kembali tertatih-tatih membawa waskom air ke sebelah kanan tempat tidur satunya lagi, yang ditiduri Karno.
"Aku dimandikan, Suster?" tanya Karno.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain